Pengaruh Sholat

 

Pengaruh Sholat Terhadap Kesehatan Mental

Oleh: Nini Nursima

 


            Sholat menurut KBBI adalah  rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah Swt., wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam; doa kepada Allah[1] sedangkan kesehatan mental menurut Zakiah Daradjat adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup[2].

Kemampuan adalah sikap seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, keluarga juga hubungan individu tersebut terhadap Allah SWT  termasuk didalamnya sholat. Sholat yang dikerjakan individu minimal 5 waktu dalam sehari tentu berdampak pada kesehatan mental manusia. Seperti yang kita ketahui, kebiasaan, makanan,  tontonan dan seluruh kegiatan manusia dari bangun tidur hingga tidur kembali mempengaruhi kesehatan mentalnya begitu juga dengan sholat.

Dikutip dari buku Ensiklopedi Wanita Muslimah oleh Haya binti Mubarok Al-Barik, ada enam faedah yang didapat dari ibadah sholat, antara lain :

1. Sebagai tanda bersyukur dan terimakasih manusia kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan-Nya 

2. Dengan sholat, manusia akan selalu ingat kepada Allah SWT. Juga dengan itu, semua perbuatannya akan selalu menuruti batas-batas hukum yang telah ditentukan-Nya. Sehingga akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar 

3. Mendidik dan membiasakan manusia hidup teratur dan menghargai waktu 

4. Dengan diharuskannya bersuci bagi setiap orang yang hendak sholat, baik badan, pakaian, maupun tempat, maka dia akan terdidik bersih yang akan menjadi pokok pangkal kesehatan 

5. Menanamkan rasa persamaan dan persatuan dengan mengerjakan sholat berjamaah. Sehingga hilanglah sifat sombong dan takabur. Serta akan bertambah sifat dan rasa kesosialan 

6. Sewaktu sholat manusia selalu memohon petunjuk dan perlindungan serta bertawakal, menyerahkan diri kepada Allah. Maka akan lega dan aman tentramlah pikirannya dan akan hilang lenyaplah segala kebingungan dan kegelisahan.[3]

Firman  Allah dalam QS. Al Baqarah ayat 153

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Yang artinya Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.[4]

            Dalam Al Qur’an Allah jelas menyebutkan bahwa sholat itu sebagai penolong manusia dalam mengarungi kehidupan manusia dimuka bumi ini, tentu hal itu memiliki hikmah yang besar salah satunya adalah untuk menjaga kesehatan mental manusia.

            Shalat akan memotivasi individu untuk lebih menjernihkan hati dan menghapus segala penyakit kejiwaan dan dengki hati. Shalat pun akan menjadi penerang bagi hati, penerang bagi wajah, dan sugesti bagi tubuh. Shalat pun akan mampu menenangkan jiwa. Jadi dapat disimpulkan, Sholat memiliki pengaruh yang besar dan positif dalam kesehatan mental manusia.

 



[1] https://kbbi.web.id/salat

[2] http://repository.radenintan.ac.id/1298/1/Skripsi_Susilawati.pdf

[3] https://republika.co.id/

[4] Al Quranul Karim

Komentar

Posting Komentar